Selasa , 24 Oktober 2017
Berita Terbaru
Home » Kisah Prajurit » Mari Sukseskan KB MOP
Mari Sukseskan KB MOP

Mari Sukseskan KB MOP

Pengalaman dalam menggunakan alat kontrasepsi, dalam hal ini MOP (Medis Operasi Pria) membuat Serma Aris Sulistiono, Babinsa Kelurahan Kuningan Koramil 3/Barito, Semarang Utara Timur lebih leluasa dalam melakukan penyuluhan KB. Kemampuan inipun membawanya menang dalam lomba Babinsa penyuluh KB yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke- 69 TNI dan HUT ke-64 Kodam IV/Diponegoro. Lomba yang diikuti Babinsa perwakilan kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro berlangsung di Hotel Noorman tanggal 10 -11 September 2014, dengan thema “Program KB 2 anak cukup dan hindari 4 Terlalu (Terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, terlalu sering (banyak). 

 

Keikutsertaannya dalam program MOP tergerak melihat istrinya, Dwi Nuryati yang ber-KB pil semakin gemuk dan kulit mukanya flek-flek hitam. Sehingga ketika ada penyuluhan tentang MOP dari Bapermas Kota Semarang (tahun 2010),  dia pelajari dan meyakinkan dirinya ikut KB dengan MOP. Sebagaimana diketahui KB MOP kurang diminati, selain asumsi pria menjadi loyo  banyak menganggap KB urusan ibu-ibu.

Padahal menurut Serma Aris, KB MOP tidak membuatnya loyo atau tidak gairah tetapi justru menambah sehat dan kuat karena fikiran menjadi segar dan tidak was-was akan terjadi kehamilan. Menggunakan KB MOP membuat diri Serma Aris tambah sehat dan segar karena protein yang biasanya keluar justru terserap lagi ke dalam tubuh.

Pengalaman inilah yang sering disampaikannya saat memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu baik melalui pertemuan di tingkat kelurahan dan RW yang dilakukan bersama petugas PL KB. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan lengkap, Serma Aris menggunakan alat peraga yang mendapat pinjaman dari Bapermas Kota Semarang.

Menurut pria kelahiran Kendal 27 Pebruari 1978 ini, memberi pemahaman KB MOP melalui ibu-ibu sangat perlu karena ibu-ibu bisa menjadi motivator para suaminya dalam ber KB MOP. Setelah mereka tertarik, tugas Serma Aris memberikan pemahaman kepada para calon sehingga calon semakin yakin dan mantap dalam ber KB.

Sebelum penggalakan program KB dari pemerintah, pelaksanaan KB MOP dikenakan biaya Rp 1,5 juta namun setelah pemerintah membuka program KB MOP gratis, peserta tidak terbebani biaya dan mendapatkan pelayanan dokter ahli yang sudah ditunjuk/rekanan. Prosedurnya juga mudah cukup menghubungi Babinsa/petugas PLKB dan mereka yang akan mengkordinasikan dengan pihak dokter dan RS. Satu lagi, pelaksaan operasi KB MOP termasuk ringan, cukup 5 menit.

Pria yang pernah mengalami penugasan saat jejak pendapat Timtim (2009), Pam Rahwan Ambon (2000), Aceh (2001, 2003) ini mengatakan program KB di Indonesia mutlak perlu dikendalikan, sebab dengan penduduk yang besar (235 juta) terbesar ke-4 di dunia, otomatis menimbulkan banyak permasalahan.

Pemilik Satya Lencana 8 Th, 16 Th dan SL Dharma Nusa ini juga mengatakan permasalahan KB selama ini seakan menjadi tanggungjawab para ibu, sehingga kontrasepsi untuk wanita banyak dipakai, sementara para pria seakan tabu untuk membicarakan. Sudah saatnya dipahami masalah KB adalah masalah keluarga antara istri dan suami yang perlu dibicarakan kedua pihak agar sama-sama untung, tidak ada yang dirugikan.

Ayah dari Nanda Reza Aditya, pelajar SMP Klas VIII dan Andrei Sheva Ferdyan, pelajar SD Klas IV ini mengajak rekan-rekan prajurit untuk mempelajari KB MOP dan mampu mengajak rekan-rekan di sekitar lingkungannya sehingga dapat membantu program KB.

Menang dalam lomba penyuluhan KB membuat tanggungjawab Serma Aris dalam menyukseskan program KB juga semakin besar. Pria yang tinggal di Jomblang Perbalan RT 7 RW 1 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari Semarang inipun berprinsip tidak sekedar bicara tentang KB tetapi harus mengajak orang lain untuk mau mengikuti jejaknya dalam ber-KB.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dandim 0733/BS Semarang Letkol Inf Muhammad Taufiq Zega, Danramil 03/Barito Kapten Inf Sujono, rekan-rekan Bapermas dan PL KB Kota Semarang, keluarga dan rekan-rekan atas bimbingan dan dukungan dalam pelaksaan lomba penyuluhan KB.