Kamis , 27 Juli 2017
Berita Terbaru
Home » Siaran Pers » Wawasan Kebangsaan Diberikan Kepada Mahasiswa Dan Pelajar Oleh Dandim 0728/Wng

Wawasan Kebangsaan Diberikan Kepada Mahasiswa Dan Pelajar Oleh Dandim 0728/Wng

Bertempat dipendopo rumah dinas Jabatan Bupati Wonogiri sejak pukul 15.00 s-d 18.20 Wib. telah dilaksanakan acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Selasa, (20/6/2017).

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diprakarsai kantor Kesbangpol dengan mengusung tema “Peran Pemuda dalam Mempertahankan Pancasila Melawan Radikalisme”.
Hadir dalam kegiatan tersebut : Wakil Bupati Wonogiri Edy Santoso, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Basuki Sepriyadi, Ketua Kesbangpol Wonogiri Sulardi, Kepala kantor kementerian agama Kab. Wonogiri Mursidsi, Ketua DHC Wonogiri Arief Suryono (Dosen) Fak Hukum Uns Surakarta.

Sambutan wakil Bupati Wonogiri Edy Sutopo : Pada hari ini, kita menyelengarakan acara yang sangat penting sekali di dalam memberi pembekalan kepada pelajar tentang peran pemuda dalam mempertahankan pancasila. Kadang kita mengetahui dan mengerti tentang pancasila, akan tetapai kita tidak dapat melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari. Pancasila dilahirkan melalaui proses sejarah yang sangat panjang oleh bapak Ir. Sukarno dan para pejuang serta ulama, pancasila mencerminkan akan kehidupan yang berbeda-beda antara lain beda suku, beda budaya, beda agama akan tetapi dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia telah mengalami banyak cobaan dengan lahirnya komunis dan terorisme, kita sebagai generasi muda harus paham betul dengan adanya paham radikalisasi, sehingga sebagai tugas generasi muda kita harus mempertahankan pancasila. Kita semua harus bisa memaknai pancasila dalam kehidupan sehari- hari, karena sangat penting di dalam memaknai isi pancasila dalam kehidupan sehari- hari, agar selalu tercipta jiwa Nasionalisme kepada generasi muda. Berkaitan dengan aksi radikalisme yang tentunya bertentangan dengan pancasila, oleh karena itu generasi muda jika nanti ada gerakan yang mengarah kepada radikalisme di sekitar kalian, maka sebagai generasi muda kita harus mengetahui dan cegah dini khususnya di Kabupaten Wonogiri. Saya atas nama pemda Kab. Wonogiri mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara sosialisasi kebangsaan dan kedepan kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan agar generasi muda akan paham betul akan pentingnya menjaga nasionalisme dan menjaga ideologi pancasila di dalam mempertahankan NKRI.

Komandan Kodim 0728/Wng Letkol Inf Basuki Sepriadi pada kedempatan itu memberikan materi diantaranya : “Wawasan kebangsaan adalah bagaimana kita memandang luas bangsa Indonesia dan berpancasila. Pancasila lahir sebelum 17 agustus 1945 akan tetapi resminya lahirnya pada tanggal 18 agustus 1945”. Dan pancasila sebagai dasar hukum sebelum Negara Indonesia berdiri maka para pejuang merumuskan dasar negara pancasila.

Dasar negara pancasila diawali dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama dan bahasa.

Sebagai bentuk toleransi yang terkandung dalam dasar negara pancasil, sila pertama. Indonesia hanya memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. tetapi Negara Indonesia kaya sumber daya alam yang sangat melimpah ruah, untuk itu kita harus sadar akan kekayaan di Indonesia, maka kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus sadar akan pentingnya mencegah masuknya ancaman yang berpotensi menghancurkan generasi penerus bangsa. Karena kita telah di serang oleh perang yang dinamakan perang Proxy, akan banyak kekacauan di dalam Negara Indonesia, contoh perang Proxy adalah sistem otonomi daerah khusus, penyelundupan Narkoba ke Indonesi, masuknya budaya asing yang mempengaruhi generasi muda. untuk itu kita perlu memahami tentang wawasan kebangsaan, yaitu ada tiga pilar wawasan kebangsaan meliputi rasa kebangsaan, memahami kebangsaan dan semangat kebangsaan.

Harapan saya kepada para hadirin sebagai generasi muda yang hadir agar dapatnya manjadikan diri kita menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan, berbuatlah yang terbaik untuk diri mu sendiri dan lingkungan dan selalu berdoa.

Kemenag Kabupaten wonogiri Mursyidi, menyampaikan bahwa “Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan negara Islam dan juga bukan sebagai negara sekuler seperti yang baru- baru ini yang terjadi. Dinegara kita tentang bahayanya paham radikalisme dengan sistem khilafah. Harapan bangsa Indonesia kepada umat beragama yang ada di indonesia adalah ; terdidik, bermoral, toleran, sejahtera, paham nilai- nilai agama, dapat di percaya, patuh hukum agama, patuh hukum negara, cinta tanah air, hidup bermanfaat bagi orang lain.

Pengertian radikalisme adalah aliran atau kecenderungan ideologi yang menekankan upaya total untuk kembali pada akar yang bersifat asal dalam perubahan sosial politik sistem radikalisme di barengi dengan cara kekerasan. Radikalisme ada dalam setiap kelompok agama seperti islam, hindu, kristen dan merupakan tantangan bagi kerukunan antar umat beragama kemajuan perdamaian dan kesejahteraan di Indonesia maupun di dunia. Bentuk radikalisme agama antara lain : radika muncul karena ketidaktahuan akan ajaran agama yang sebenarnya, semangat berlebihan dalam mengamalkan ajaran agama, keliru menilai perilaku umat beragama dan karena pengaruh dari luar negri.

Langkah-langkah yang perlu kita ambil di dalam mencegah radikalisme antara lain: Kerjasama kelembagaan baik internal maupun external agar di tingkatkan, kerjasama di bidang sosial budaya, masing-masing pemuka agama mampu menata hatinya untuk hidup penuh toleransi diantara kita sebagai bangsa yang majemuk, peran kegiatan bersama pemuda dalam pendalaman nilai agama, menginvestarisir dan pendataan kembali aliran agama yang ada, bimbingan dan penyuluhan keagamaan terhadap masyarakat di daerah yang telah terjadi konflik.
Diindonesia terdapat lima wadah konsultasi dan dialog umat beragama dengan harapan mencegah sedini mungkin terjadi gesekan antar umat beragama.

Selanjutnya Ketua DHC Wonogiri Arief Suryono, Dosen Fak Hukum UNS Surakarta menyampaikan diantaranya : Pertahanan Negara Indonesia adalah tugas dan tanggungjawab kita sebagai generasi muda sebagai wujud penyelenggara pertahanan negara. Sebagai pemuda penerus bangsa ada tiga dimensi pembinaan bela negara antara lain : Rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Ciri kesadaran bela negara antara lain : adanya rasa ikatan yang kokoh kuat dalam satu kesatuan dan kebersamaan, saling membantu antara sesama komponen bangsa, membangun kebersamaan,
mengembangkan sikap untuk berfikir dan berprilaku positif, senantiasa berfikir jauh kedepan.

Pancasila adalah sebagai dasar dan Ideologi negara dan di dalam pancasila terdapat sila-sila yang mengatur dalam kehidupan warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersemboyankan Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu juga.