Senin , 18 Desember 2017
Berita Terbaru
Home » Berita Satuan » WARGA KAMPUNG UBIAU RAMAI-RAMAI SERBU RUMAH IBU NURHAYATI
WARGA KAMPUNG UBIAU RAMAI-RAMAI SERBU RUMAH IBU NURHAYATI

WARGA KAMPUNG UBIAU RAMAI-RAMAI SERBU RUMAH IBU NURHAYATI

Keerom. Kampung Ubiau, Distrik Arso, Kab. Keerom merupakan perkampungan yang sangat terpencil dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Namun tidak demikian kala Satgas Yonif 410/Alg bersama Dinas Kesehatan Kab. Keerom melakukan pengobatan masal, penyuluhan dan penjaringan suspek Tuberculosis (TB), Kamis (10/8/2017).

Kegiatan yang dipusatkan di rumah Ibu Nurhayati, seketika diserbu warga yang ingin mendapatkan pelayanan secara gratis. Letda Ckm Sapuwan dan Serka Dian serta SSR-HIV Care ‘Aisyiyah Kab. Keerom melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah terhadap kesehatan masyarakat terutama bagi warga yang tinggal di pelosok-pelosok kampung

Pengobatan masal, penyuluhan dan penjaringan suspek TB inipun disambut dengan penuh suka cita oleh warga Kampung Ubiau dan warga Kampung Sawanawa. Walaupun Kampung Sawanawa jaraknya sangat jauh dari lokasi kegiatan, namun berkat kegigihan Anggota Satgas dan Bidan Mu”thasima, A.Md dari Dinkes, warga Sawanawapun dapat bergabung pada acara tersebut. Mereka datang ada yang sekedar ingin berobat dan ada juga bertujuan menghadiri sosialisasi atau bahkan kedua-duanya.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi, penyuluhan dan penjaringan suspek TB oleh SSR-HUV Care ‘Aisyiyah Keerom yang dikoordinir oleh Taufudi, S.Pd.I. dan Marijan, S.Kep. Dalam penyampaiannya didepan masyarakat yang hadir dijelaskan bahwa gejala utama TB adalah penderita sering batuk disertai dahak secara terus menerus lebih dari 2 minggu. Gejala tambahannya saat batuk disertai darah, demam berkepanjangan, sesak napas dan nyeri dada, berat badan menurun, nafsu makan menurun, serta berkeringat dimalam hari walau tanpa beraktifitas.

Ditambahkan Bapak Marijan, S.Kep., supaya penyakit TB tidak menular pada orang lain diantarnya dengan memberikan imunisasi BCG bagi bayi, menutup mulut saat batuk dan bersin, membuang dahak ditempat yang benar, menjaga ventilasi udara, dan penderira TB harus melakukan pengobatan hingga sembuh secara total.

Setelah selesai kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan kegiatan pengobatan masal yang dilaksanakan oleh Dinkes Keerom yang dikoordinir oleh Bapak Jaya, S.Kep dan dan tim Kesehatan dari Satgas. Karena warga yang ingin berobat membludak, tim kesehatan sampai kualahan hingga warga harus mengantri cukup lama untuk mendapatkan giliran pelayanan kesehatan.

Salah satu pasien John yang berasal dari Kp. Sawanawa korban kecelakaan akibat ditabrak motor, menyapaikan banyak terima kasih. “Saya berobat, ini habis ditabrak motor orang yang lagi mabuk. Ini Bapak daging telapak kaki bagian atas terkelupas cukup dalam. Terima kasih Bapak sudah diobati”