Kamis , 19 April 2018
Berita Terbaru
Home » Artikel » Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Netralitas Prajurit Pada Tahun Politik
Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Netralitas Prajurit Pada Tahun Politik

Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Netralitas Prajurit Pada Tahun Politik

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si.mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI agar dapat menjaga netralitas sebagai aparat negara menjelang Pilkada serentak 2018.

“Saya mengingatkan tahun ini adalah tahun politik, maka aparat TNI harus memegang teguh netralitas”, ungkap Pangdam IV/Diponegoro saat memberikan pengarahan kepada anggota Prajurit dan ASN di Kodim 0721/Blora, Selasa (9/1/2018).

Menurut Pangdam, dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, anggota TNI memiliki tugas menjaga netralitas dan melaksanakan pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan sukses.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa netralitas TNI telah diatur pada UU TNI no 34 Tahun 2004 yang berbunyi Netralitas TNI : “TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis”. Hal tersebut juga sesuai dengan Perintah Harian Panglima TNI untuk tetap memegang teguh komitmen netralitas dan jati diri dengan tidak terlibat politik praktis serta meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat.

Dari aturan tersebut dapat diartikan bahwa netralitas berlaku bagi seluruh anggota TNI dari pucuk pimpinan hingga anggota.

“Harus menjadi komitmen bersama bahwa TNI harus netral dalam pelaksanaan Pilkada 2018 maupun Pemilu Legeslatif 2019”, tegas Pangdam.

Pangdam berpesan, apabila terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada maka prajurit TNI harus  melaporkan pada Badan Pengawas Pemilu, sehingga akan mendapatkan penyelesaian. Sehingga diharapkan masyarakat dapat melaksanakan Pemilu tanpa ada tekanan dari mana pun.

“Laporkan apabila ada hal yang tidak diinginkan pada proses pemilu pada Bawaslu”, jelas Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si.

Disisi lain dijelaskan bahwa dari lembaga survey yang menyatakan bahwa TNI menjadi lembaga yang mendapatkan kepercayaan tertinggi dari masyarakat harus benar-benar dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan.

Hal ini harus dibuktikan dengan terus meningkatkan kinerja para prajurit dalam setiap tugas dan tanggung jawabnya.

Diungkapkan bahwa apa yang dihasilkan sampai dengan hari ini, TNI menjadi lembaga yang dipercaya merupakan hasil dari kerja para anggota dan harus terus ditingkatkan. Hal ini karena TNI adalah anak kandung rakyat.

“Tujuan akhir yang akan dicapai adalah kemanunggalan TNI dan Rakyat”, ungkap Pangdam.

Diakhir pengarahan, Pangdam mengingatkan kepada prajurit untuk terus meningkatan kinerja  demi rakyat dan tetap tegak kokohnya NKRI.

Pengarahan tersebut dihadiri Danrem 073/Mkt dan para pejabat Kodam IV/Diponegoro.