Kamis , 19 April 2018
Berita Terbaru
Home » Artikel » Anak TNI Jangan Sampai Terkena Narkoba
Anak TNI Jangan Sampai Terkena Narkoba

Anak TNI Jangan Sampai Terkena Narkoba

Presiden telah menegaskan bahwa Narkoba merupakan musuh besar bangsa Indonesia. Karena Narkoba telah membunuh harapan dan merusak cita-cita bangsa, bahkan jutaan nyawa melayang sia-sia karena narkoba.

Pimpinan TNI juga sudah berkomitmen, anggota yang terlibat Narkoba akan diberikan hukuman dan sanksi berat yakni pemberhentian dengan tidak hormat. Komitmen ini harus dapat dipahami, dimengerti dan dicapkan oleh seluruh anggota dan keluarga, termasuk anak-anak kita. Demikian penyampaian Ketua Persit KCK Kodam IV/Diponegoro, Ny. Iir Wuryanto dihadapan anggota Persit KCK Kodim 0721/Blora, Selasa (9/1/2018).

“Jaga pergaulan anak-anak kita, jangan sampai terkena dan terlibat narkoba”, pinta Ny. Iir Wuryanto.

Selain itu, kita sebagai orang tua juga jangan terlalu mudah memberikan HP kepada anak-anak kita yang masih dibawah umur. Hal ini penting kita lakukan, karena anak-anak memiliki rasa penasaran dan rasa ingin tau yang tinggi, dan mereka belum paham tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilihat atau dibagi. Seperti kita ketahui bersama, bahwa banyak konten-konten yang tidak semestinya beredar melalui medsos yang dapay diakses melalui HP. Selain itu banyak berita-berita bohong atau ujaran-ujaran yang kurang bertanggungjawab yang dapat merusak mental dan perkembangan psikis anak-anak.

“Jangan hanya karena gengsi atau biar dianggap modern, lantas kita dengan mudah membeli dan memberikan HP untuk anak-anak kita” ujar Ketua Persit Kodam IV/Diponegoro.

Di akhir pengarahannya, Ny. Iir Wuryanto mengingatkan agar sebagai orang tua harus bisa menyiapkan dan mengantar anak-anaknya untuk meraih cita-citanya. Bila ada anak dari anggota Kodim 0721/Blora ini ada yang ingin menjadi TNI, harus dipersiapkan dengan baik. Sekarang eranya kompetisi, dan dalam sebuah kompetisi tidak bisa berdasarkan anak siapa, tetapi yang mampu dan terbaik, dialah yang terpilih menjadi pemenang.

“Untuk menjadi TNI tidak bisa instant, harus dipersiapkan sejak dini, baik akademik, fisik maupun kesehatannya. Jangan sampai anak tentara/ASN justru tidak lulus seleksi, karena anak kita tidak dipersiapkan dengan baik”, tegas Ny. Iir Wuryanto.