Senin , 19 Februari 2018
Berita Terbaru
Home » Artikel » Usai Upacara Bendera, Prajurit dan ASN Kodam IV Dibintal
Usai Upacara Bendera, Prajurit dan ASN Kodam IV Dibintal

Usai Upacara Bendera, Prajurit dan ASN Kodam IV Dibintal

Sebagai Prajurit dan ASN Kodam IV/Diponegoro harus memiliki keimanan dan ketaqwaan yang lebih dari masyarakat biasa. Oleh karena itu keimanan dan ketaqwaan itu harus terus diasah dan dibina sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwan Prajurit dan ASN Kodam IV/Diponegoro, usai melaksanakan upacara Senin 17 Januari 2018,  seluruh peserta upacara langsung  berbondong-bondong menuju tempat ibadah yang telah ditentukan untuk mengikuti Pembinaan Mental (Bintal) sesuai dengan agam dan keyakinan masing-masing.

Prajurit dan ASN yang beragama Islam melaksanakan Bintal di Masjid Al Firdaus, dan  bagi yang beragama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha dilaksanakan di Kantor Bintaldam IV/Diponegoro.

Dihadapan ratusan anggota yang beragama Islam, Mayor Inf H. Syarif Hidayat, S.Ag. menyampaikan tentang bagaimana Menyikapi  Tahun Baru yang berbarengan dengan adanya peristiwa Gerhana Bulan.

Dijelaskan Mayor Inf Syarif, menyikapi datangnya tahun baru 2018 Masehi, kita hrus mau mengintrospeksi diri tentang apa yang sdh dilakukanselama ini, jangan sampai nantinya kita menjadi orang yang merugi. Sehingga diharapkan tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan tahun depan harus lebih baik dari tahun ini.

“Disinilah pentingnya kita untuk berhijrah menuju kebaikan. Mari kita hijrah secara total dengan sepenuh hati, dengan bertindak dan berbuat yang terbaik karena Allah SWT, kukan hijrah setengah hati atau malu hati oleh karena pimpinan maupun teman”, pinta Mayor Inf Syarif.

Menyinggung  tentang akan adanya peristiwa alam ykni gerhana bulan tanggal 31 Januari 2018, Kasibinarohis Bintaldam IV/Diponegoro mengungkapkan, ada jaman dahulu gerhana bulan dipahami sebagai peristiwa ditelannya bulan atau matahari oleh raksasa atau dewa. Namun dalam Islam mengajarkan bahwa gerhana merupakan peristiwa alam yang sudah menjadi takdir Allah. Gerhana yang berlangsung lama, akan berpengaruh terhadap kondisi alam, bila bulan bersinar terlalu lama lebih dari 18 jam maka suhu akan semakin dingin atau sebaliknya bila matahari bersinar terlalu lama lebih dari 18 jam maka suhu akan meningkat tajam dan menyengat.

“Dari sini timbul pertanyaan, apakah kita mau mengalami peristiwa suhu yang dingin dan panas yang menyengat? Oleh karenanya saya mengajak, mari kita rubah takdir tersebut agar peristiwa yang tidak kita inginkan akan terjadi”, ajak Kasibinarohis.

Untuk dapat merubah takdir tersebut, maka umat Islam dianjurkan untuk banyak-banyak  berdo’a, melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah, perbanyak takbir dan perbanyak bersedekah. Karena dengan ini takdir akan bisa berubah, dan semoga kita menjadi orang yang beruntung.