Jumat , 22 Juni 2018
Berita Terbaru
Home » Berita Satuan » Pembinaan Mental Sebagai Kontrol dan Benteng Dalam Kehidupan Prajurit dan PNS
Pembinaan Mental Sebagai Kontrol dan Benteng Dalam Kehidupan Prajurit dan PNS

Pembinaan Mental Sebagai Kontrol dan Benteng Dalam Kehidupan Prajurit dan PNS

Surakarta (8/5/2018) Bertempat di Aula Makorem 074/Warastratama, Palakhar Kasrem 074/Warastratama Letkol Inf Murdjoko, S.Sos, M.Si mewakili Danrem 074/ Warastratama Kolonel Inf Widi Prasetijono membuka kegiatan Pembinaan Mental Rohani dan Ideologi Kejuangan bagi Prajurit dan PNS Korem 074/ Warastratama serta Balak Aju Kodam IV/Diponegoro.

Dalam sambutan Danrem 074/Warastratama disampaikan bahwa hakekat pembinaan personel pada prinsipnya meliputi tiga aspek pokok yaitu aspek fisik, aspek intelektual dan aspek mental. Dalam kenyataannya pembinaan aspek mental menduduki posisi yang sangat penting dalam membentuk mentalitas prajurit yang patuh terhadap hukum dan berbagai perundang-undangan yang berlaku sehingga pembinaan mental ini harus dilakukan secara terus-menerus dan berlanjut karena manusia dalam kehidupannya menghadapi tantangan hidup yang dinamis, oleh karena itu kita harus selalu diingatkan dan disegarkan agar setiap saat siap menghadapi tantangan dengan kondisi mental yang tangguh serta mencermati berbagai hambatan yang dihadapi dan peluang yang mendukung tugas tugas kita kedepan.

Selaku narasumber  pada acara pembinaan mental tersebut Wakabintaldam IV/Diponegoro Letkol Caj Drs. Abu Haris Muthohar, M.Si yang menyampaikan bahwa bagian Pembinaan mental yang harus dikendalikan yaitu “Knowledge is power but character is more” yang artinya pengetahuan adalah kekuatan tapi karakter lebih dari segalanya. Wakabintaldam IV/Diponegoro juga menyampaikan bahwa prajurit harus mempunyai tiga prinsip yaitu tanggap, tanggon dan trengginas.

Lebih lanjut dikatakan Letkol Caj Drs. Abu Haris Muthohar, M.Si pada materi rohani Islam menyampaikan bahwa kita sebagai umat yang beragama islam harus mentaati syariat agama dan menjauhi larangan-larangannya, karena agama islam adalah agama “rahmatan lil ‘alamin” yang artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, yang ada di dunia ini, maka dari itu kita harus selalu menanamkan pada diri kita dan keluarga kita agar tidak menyimpang dari seluruh aturan agama islam dan aturan Negara.

Sebagai pembicara rohani Nasrani yaitu Pendeta Kapten Priyanto yang mengangkat tema “Iman dan kasih yang diterapkan dengan pelayanan”.