Monday , 24 April 2017
Berita Terbaru
Home » Kodim 0724/Boyolali

Kodim 0724/Boyolali

Adalah sebuah kabupaten di ProvinsiJawa Tengah. Pusat administrasi berada di Kecamatan Boyolali, terletak sekitar 25 km sebelah barat Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan di utara; Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta (Solo) di timur Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan serta Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang di barat. Kabupaten ini termasuk kawasan Solo Raya.

Perindustrian

Banyak terdapat perindustrian di wilayah Boyolali yang dapat menampung tenaga kerja yang potensial. Mayoritas industri yang ada di wilayah Boyolali adalah bergerak dalam bidang tekstil, antara lain PT. Sari Warna Asli, PT. Safaritex, PT. Bupatex dll. Di Kecamatan Ampel misaalnya, telah disediakan Kawasan Industri baru yang luasnya berkisar 272-300 hektaree (ha). Kawasan industri Boyolali dirancang untuk industri berbasis TPT terintegrasi, termasuk dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai dan fasilitas pusat pelatihan dan inovasi. Kawasan ini difokuskan untuk industri tekstil kering (garmen) karena keterbatasan air.

Produksi Tanaman Perkebunan

  1. Kelapa = 4.396,20 hektaree = 10.766.450 butir
  2. Cengkeh = 892,13 hektaree = 4.317,30 kwintal
  3. Teh = 28,62 hektaree = 161,60 kwintal
  4. Tembakau = 2.884,20 hektaree = 1.819.299 kilogram
  5. Kencur = 573,85 hektaree = 4.605.290 kilogram
  6. Jahe = 300,50 hektaree = 1.805.100 kilogram
  7. Kopi Robusta = 224,67 hektaree = 75.703 kilogram
  8. Kopi Arabika = 186,61 hektaree = 13,24 ton
  9. Jambu Mete = 129,53 hektaree = 50.781 kilogram

Potensi Produk Potensial

  • Tembakau Rajangan, di Kecamatan Mojosongo, Banyudono, Musuk, Selo, Cepogo, Ampel, Teras dan Sawit. Produksi 4.178.543 ton/tahun, meliputi areal 5.369,35 hektare. Manfaat: bahan baku industri rokok. Pemasaran: ke wilayah Jateng dan Jatim.
  • Tembakau Asapan, di Kecamatan Mojosongo, Banyudono, Teras, Ampel, dan Sawit. Produksi 1.760,79 ton/tahun dengan areal seluas 2.635 hektaree. Manfaat: Bahan baku industri rokok. Pemasaran di wilayah Jateng dan Jatim.